Sebelum membahas mengenai 10 rukun bai'at yang diungkapkan Syahid Hasan Al-bana, penulis akan menyampaikan Siroh Nabi yang mengungkapkan tentang pemba'at-an para sahabat di Aqobah.
- Muadz bin al-Hrits bin Afra' dari bani Najjar
- Dzakwan bin Abdul Qais dari Bani Zuraiq
- 'Ubadah bin ash-Shamit dari Bani Ghanam
- Yazud bin Tsa'labah dari Sekutu Bani Ghanam
- Al-Abbas bin 'Ubadah bin Nadhlah dari bani Salim
- Abul Haitsam bin at-Tayahan dari bani Abdul Asyhal
- 'Uwaim bin Sa'adah dari Bani umar bin 'Auf
Pada musim Haji ke tigabelas atau bertepatan dengan tahun 622 M. Dilakukanlah bai'at Aqobah yang ke 2 oleh 75 orang Muslim dari kota Yatsrib yang datang ke Mekah. Mereka datang bersama rombongan orang-orang Musyrik. Sepanjang perjalanan menuju mekah, mereka bertanya-tanya "Sampai kapan mereka membiarkan Rasulullah mengelilingi gunung-gunung Mekah, diusir dan dikucilkan terus menerus dilanda ketakutan di sana?".
1. Permulaan Dialog dan Penjelasan al-Abbas Mengenai Sebuah Tanggungjawab
Setelah dianggap sudah lengkap, dialog dimulai oleh al-Abbas, al-Abbas berkata "Wahai bani Khazraj, sesungguhnya kalian telah mengetahui bagaiamana posisi Muhammad di tengah-tengah kami. Kami telah melarangnya untuk mengusik kaum kami. Dia adalah sosok yang sangat dihormati oleh kaumnya, dan dilindungi di Negerinya. Jika kalian berniat untu menyia-nyiakannya maka biarkanlah dia dari sekarang.karena dia adalah orang yang terhormat dan dilindungi kaumnya."
Jawaban ini menunjukan kepercayaan yang penuh terhadap Rosulullah, dan kekuatan serta tanggungjawab yang penuh untuk mengemban amanah dakwah.
2. Point Point Bai'at
Imam Ahmad meriwayatkan, Jabir berkata, "Wahai Rosulullah, tentang apa saja kami harus berbai'at kepada engkau?" Rosulullah menyebutkan point-point bai'at tersebut, diantaranya adalah:
- Untuk mendengar dan taat baik dalam bersemangat ataupun malas
- Untuk menafkahkan harta baik dalam keadaan sulit ataupun mudah
- Untuk memerintah kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran
- Untuk tegak berdiri membela Allah dan tidak merisaukan celaan orang yang mencela Allah
- Untuk menolongku jika aku datang kepada kalian, dan melindungiku sebagaiaman mereka melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian, dan balasan kalian adalah surga
3. Pengokohan Terhadap Bai'at
Ibnu ishaq mengatakan, ketika telah berkumpul untuk berbai'at, al-Abbas berkata "Apakah kalian benar-benar mengetahui, atas apa kalian berbai'at kepada Muhammad?" Merka menjawab "ya, kami tahu".
al-Abbas mempertegas '' Sesungguhnya kalian berbai'at atasnya untuk bersedia melakukan peperangan menghadapi semua orang, baik berkulit putih ataupun berkulit hitam. Jika kalian memandang habisnya harta benda kalian dan kematian akibat bai'at ini merupakan satu musibah, maka sejak sekarang, jika kalian tetap melakukan bai'at ini, niscaya kalian akan memperoleh kehinaan dan kerendahan di dunia dan diakhirat, tetapi jika kalian memandang bahwa dari kalian rela dan sanggup walaupun harus menghabiskan harta dan menjemput kematiann akibat bai'ati ini, maka ambillah karena kalian memperileh kebaikan dunia dan akhirat."
Mereka menjawab "kami bersedia untuk mengorbankan harta benda dan menghadapi kematian, apa ang akan kami peroleh dari pengorbanan kami ya Rosulullah?"
Rosulullah menjawab, "Surga".
4. Pelaksanaan Bai'at
Setelah poin-poin bai'at diikrarkan, pengokohan tekad sudah tuntas, maka akad bai'at pun dimulai dengan berjabat tangan.
Jabir berkata, satu persatu dari kami berdiri dan menyatakn bai'at kepada Muhammad. Muhammad menjanjikan kami akan masuk surga, sedangkan bagi dua orang perempuan yang hadir saat itu, menyatakan bai'atnya dengan ucapan saja, Karena Rasulullah tidak bersentuhan dengan yang bukan Mahram.
5. Dua Bela Pemuka Kaum
Setelah selesai pelaksanaan bai'at, Rasulullah menunjuk 12 orang sebagai pemuka kaumnya. Merekalah yang akan bertanggungjawab atas pelksanaan poin-poin bai'at. Kemudian mereka menunjuk 12 orang sebagai pemimpin, sembilan orang dari kaum Khazraj dan tiga orang dari kaum Aus, antara lain:
- As'ad bin Zurarah
- Sa'ad bin Rabi'
- Abdullah bin Rwahah
- Rafi' bin Malik
- Al-Barra' bin Ma'rur
- Abdullah bin Umar
- Ubadah bin ash-Samit
- sa'ad bin Ubadah
- Al-Mandzir bin Umar
- Usaid bin Hudair
- Sa'ad bin Khatsamah
- Rifa'ah bin Abdul Mundzir
- Al Fahm: memahami agama Islam dengan benar dan komprehensif.
- Al Ikhlas: Ikhlas karena Allah dalam beramal untuk Agama
- Al ‘Amal: beramal demi agama ini dengan memperbaiki diri sendiri, rumah tangga Muslim, masyarakat, pemerintahan dan seterusnya.
- Al Jihad: jihad fi sabilillah dengan berbagai tingkat dan variasinya.
- At Tadhliyyah: berkorban waktu, kesungguhan, harta, dan jiwa demi agama
- At Tha’ah: Menaati Allah dan Rasulnya, baik dalam kondisi susah atau mudah, senang maupun benci.
- Ats Tsabat: memegang teguh agama, baik dari sisi aqidah, syari’ah, maupun perbuatan, sekalipun harus memakan waktu yang panjang untuk sampai pada tujuan.
- At Tajarrud: membersihkan diri dari pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran Islam dan dari setiap orang atau teman yang memisahkan antara seorang Muslim dengan loyalitas kepada agamanya.
- Al Ukhuwwah: persaudaraan dalam agama, karena persaudaraan merupakan saudara persatuan dan terapi bagi keterpurukan dan kehancuran.sedangkan perpecahan merupakan saudara kekufuran.
- At Tsiqah: Kemantapan hati dalam mengontrol perbuatan demi Islam sesuai dengan kaidah Islam yang mengatakan,” tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Khalik.”











